Latest topics

» MOTO: New Tiger Revo Has Come ...
Today at 7:00 pm by [BOETHO]

» FOTO: OOT: Pramugari-pramugari Cantik
Today at 6:58 pm by riyanlp

» OBROLAN: Suroboyoan, Cak ...
Today at 6:57 pm by [BOETHO]

» MODIF: Mohon Masukan Konsep StreetFighter
Today at 6:55 pm by riyanlp

» ACARA: Jambore Thunder JaTim
Today at 6:55 pm by [BOETHO]

» FOTO: Lady In Bed
Today at 6:46 pm by riyanlp

» MODIF: Tanya Ganti Ban Thunder 125
Today at 6:41 pm by FLIK

» KEBANGKITAN SUZUKI ...
Today at 6:15 pm by FLIK

» KOMENTAR: Tampilan Forum | Portal
Today at 6:03 pm by dhienz

» OOT: SPG (Sales Promotion Girl) Indo & International
Today at 5:56 pm by dhienz

» Info Alamat Bengkel Buat Modif atau Service
Today at 5:54 pm by FLIK

» WARTA: Obrolan Hangat dan Kabar Terbaru KOSTER Jakarta Barat
Today at 5:53 pm by dhienz

» WTS : Honda Shadow 450cc
Today at 5:50 pm by dhienz

» LENSA: Tragedi Menara Kembar World Trade Center. Sebuah Konspirasi?
Today at 5:21 pm by ndute5758

» INFO: ID Card for KOSTER's forumer
Today at 5:17 pm by ndute5758

» KOSTER: Kebijakan Privasi KOSTER
Today at 3:45 pm by Thunder Rider

» MODIF: KNALPOT: NOB1 Bener-Bener Siiippp....!!!
Today at 2:45 pm by ndute5758

» PROFIL: Alain Robert The Real Spiderman
Today at 1:44 pm by ndute5758

» MODIF: Hand- Guard di Stang Standard Thunder
Today at 1:36 pm by ndute5758

» OPINI: Kondisi Ekonomi
Today at 1:33 pm by ndute5758

» WTS: Givi E360 mulus, jarang pakai.
Today at 1:17 pm by B-I

» WTS: Velg Lebar 17" Merk TATSUNO
Today at 1:11 pm by dodietaje

» KOSTER: Jaket KOSTER Jakarta
Today at 11:47 am by ndute5758

» TIP: Mendirikan Motor Jatuh
Today at 9:16 am by riyanlp

» KOPDAR: KOSTER Jakarta Utara
Today at 2:17 am by T1aZ

» MODIF: Ngecat "Carbon Look" yuuk
Today at 1:26 am by sulaiderman

» KOSTER: Dicari Talenta Seni Individual ataupun Kolektif!!!
Today at 12:51 am by T1aZ

» MODIF: Suzuki Thunder 250 1999 Jakarta - Tangerang
Today at 12:29 am by Daverson

» WTS: Arloji Impor
Yesterday at 8:47 pm by harry2yo

» MODIF: JTMC Modification [lanjutan 1]
Yesterday at 8:25 pm by febri_koster

Pesan Terkini Milis

Gabung Group Milis KOSTER

Ketikkan E-Mail Anda:


Powered by
www.suzuki-thunder.net

Notifikasi Pos Forum KOSTER

Ketikkan E-Mail Anda:


Delivered by
www.suzuki-thunder.net

DownLoad ToolBar KOSTER


Download Toolbar KOSTER!
Klik Disini... Gratis..!!

Keren abis bro..!!

Top posters

042
 
Bro Jay
 
Thunder Rider
 
ndute5758
 
gerry_garsono
 
Dodik p1414ng
 
[BOETHO]
 
buyung
 
Rendy 133
 
Heru
 

Poll

Bagaimana menurut anda kecepatan akses ke Forum / Portal Koster saat ini??
10%
10% [ 5 ]
12%
12% [ 6 ]
35%
35% [ 17 ]
20%
20% [ 10 ]
12%
12% [ 6 ]
4%
4% [ 2 ]
0%
0% [ 0 ]
4%
4% [ 2 ]

Total Suara : 48

Top 100 Search Engine

User Yang Sedang Online

Total 0 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 0 Tamu

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 61 pada Fri Sep 12, 2008 2:53 pm

Rss feeds

Yahoo! 
Google Reader 
MSN 
AOL 
NewsGator 
Rojo 
Bloglines 
  • Kirim topik baru
  • Kirim balasan

OPINI: Motor dan Problema Sosial


042
Administrator KOSTER
Administrator KOSTER

Gender:MaleGeminiRooster
Post : 9164
Sejak : 11 Nov 2006
Age : 27
Lokasi : Di depan komputer...!
Status : Alhamdulillah...
Thunder Anda? 125 / 250? : Suzuki Red CBR Thundie 150 Cc
Nomor HP : 0811110XXX0
Hobby : Banyak...
NRA Koster : 042
Korwil Koster : Bogor Raya
Kata Mutiara : Cintai dan sayangilah kedua orang tuamu...
Reputasi Anda : 
100/100100/100100/100 (100/100)

OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by 042 on Mon Oct 06, 2008 9:58 am





Pagi yang cerah... Jakarta yang padat, penuh dengan asap polusi dan emosi. Berbagai lapisan masyarakat bergerak bersama menuju lokasi tujuan. Mobil pribadi, angkot, metromini, kopaja, patas ac, bis reguler, bis antar jemput karyawan, dan lain-lain bersatu dalam kesemrawutan jalan Jakarta. Saling berlomba untuk segera sampai, tidak peduli harus bermanuver terus mengalahkan pengguna jalan lain. Jalan makin padat bukannya makin perlahan jaga jarak, tapi malah makin beringas bermanuver. main potong, geber gas, maen pepet untuk menggugur orang lain kepinggir, termasuk- kalau perlu - ya berkelahi, nampaknya sudah jadi pemandangan rutin sehari-hari di Jakarta.

Kalau dulu saya selalu berpendapat bahwa pengguna jalan yang pinter seperti itu awalnya adalah kalangan kasta rendah, kalangan yang dulunya kere, lalu bisa munggah bale, lantas kesombongannya muncul karena merasa sudah cukup mampu beli motor, sudah cukup mapan hidupnya, meskipun tetep saja keturunan kere yang tidak lengkap diajarkan norma dan tatakrama yang cukup.

Pengalaman saya berkawan dengan kalangan bawah, menelorkan sebuah kesimpulan bahwa sebagian besar orang yang seperti itu dulunya selalu hidup dalam bayang-bayang impian akan hidup sejahtera, mereka memacu diri sekuat tenaga agar kelak dapat hidup layak di tengah masyarakat, hidup layak di tengah himpitan jaman, dan bisa mengangkat derajat keluarga di mata masyarakat.

Peninggalan budaya feodal begitu kental dalam kehidupan kita, sehingga kita sering lupa bahwa manusia di mata Tuhan adalah sama derajatnya. Peninggalan feodal pula yang akhirnya mendidik kita untuk menganggap rendah orang lain yang kurang sepadan dalam kehidupan.

Jaman berubah, pembangunan meningkat, taraf hidup warga membaik, pendidikan yang dulunya hanya menjadi bagi orang yang mampu, kemudian menjadi target pemerintah untuk mencerdaskan peri kehidupan bangsa agar warga indonesia dapat hidup layak, makmur dan sejahtera, dan dapat duduk sama tinggi dgn bangsa lain, agar bangsa Indonesia tidak melulu menjadi bangsa jajahan yg hanya menelorkan kebodohan dan kemiskinan. Miskin ilmu - karena tidak mampu sekolah, miskin harta - karena tidak mampu mendapat pekerjaan yang layak, miskin nurani - karena miskin yang 2 di atas, akhirnya salah jalan jadi begundal.



Motor dan Problema Sosial

Sejak era 80-an dimana motor sudah tidak lagi impor secara utuh dari negara asalnya, seiring dengan kebijakan pemerintah untuk alih teknologi serta menciptakan lapangan kerja. Populasi motor sudah sangat melegakan hati bagi para produsen kelas 1-2-3, dimana produk mereka diserap pasar dengan cukup besar. Cukup besar untuk dapat membuat mereka survive dan terus berinovasi untuk bersaing dengan para kompetitornya. Cukup besar untuk dapat menyesaki jalanan ibukota, menjadi solusi murah transportasi penduduk, tidak hanya di Jakarta, tapi juga di luar Jawa yang sekali naik angkutan pedesaan biayanya bisa puluhan ribu.

Tahun 1972 waktu pindah ke Jakarta. setiap pagi saya sudah diantar motor ke sekolah, setiap sore puter-puter kota, ke rumah family, maupun ke tempat hiburan. Di sekitar tempat tinggal hanya beberapa saja yang punya, kebanyakan masih suka naik sepeda, selain sehat juga tidak butuh bensin dan biaya service.

Kadang-kadang saya juga nebeng naik motor teman untuk ke sekolah. 3 bocah SD dengan 1 bapak. tanpa helem, aman sampai Moestopo, bahkan sampai Tanah Kusir (yang waktu itu rasanya sudah luar kota banget) sampai lanud pelita di Cirendue, rasanya sudah sampai Bogor.

Kalau sedang dibonceng motor, seringkali teman-teman ikut berlari di sebelah / di belakang motor, ada yang bawa gasing, ada yang bawa bendera-bendera kecil, ada juga yang dadah-dadah saja sambil ingusnya meler nikmat sampai ke bibir... :-).

Tidak peduli mereka berlarian tak bersandal, tidak perduli kakinya menginjak kotoran ayam ataupun beling, begitu cerianya mereka, dan begitu inginnya mereka untuk bisa diajak juga keliling-keliling bersepeda motor...


34 tahun berlalu...

Saya masih sering bertandang ke tempat tinggal lama. Teman-teman sudah sama tuanya, sebagian masih saling kenal, sebagian sudah pangling. Adik-adiknya juga sudah kawin semua, sudah hidup sendiri2. sdh pd kerja... meskipun ada juga yg tetap lebih suka menjadi pengangguran seumur hidup dan jadi pemabuk dan penjudi. Beberapa kawan sudah berangkat ke akherat karena OverDosis, meninggalkan istri dan anak yang terlantar hidupnya.

Dan seperti ulasan sebelumnya dibawah...

Masing-masing sudah punya motor sendiri-sendiri. meskipun kerjanya belum tetap dan serabutan, meskipun tinggalnya masih kumpul orang tua, meskipun gajinya pas-pas-an untuk hidup, sebagian malah lebih sering tekor, meskipun untuk makan terpaksa masih bergantung pada orang tua, dan meskipun-meskipun lainnya...

Fenomena motor sebagai tolok ukur sosial kawan-kawan saya semasa kecil, juga punya reason yang beragam. Tapi intinya tidak beda jauh dengan apa yang saya bayangkan dan saya tuliskan dibawah ini. Motor tetap masih dianggap sebagai ukuran status sosial bagi kalangan tertentu, terutama yang berangkat dari kalangan MKB.

Sementara itu, Fenomena motor pun ditanggapi serius oleh pemda dengan mencoba menerapkan kebijakan-kebijakan yang SEKIRANYA dapat dan ampuh untuk mengatasi keadaan yang mulai RUWET, walau kenyataannya upaya pemerintah untuk menertibkan jalan dan mengurangi angka kecelakaan dari sebuah produk bernama MOTOR masih jauh panggang dari api.


Suasana di jalan sehari-hari lebih mirip arena gladiator, siapa yang kuat dia yang menang. Sementara untuk bisa menang di jalan, pertarungan dimulai dari perang psikologis sampai adu fisik.

Dari mulai adu gengsi merek motor, cc motor, modifikasi, adu kencang, sampai adu fisik gede-gedean badan.

Semua merasa punya jalan, semua merasa punya hak penuh atas badan jalan, semua ingin lekas sampai tujuan, tapi semuanya lupa, bahwa sikap demikian hanya akan menumbuhkan perilaku NGEHE... alias ngeselin hebat dalam sudut pandang saya, dan juga orang lain yang peduli dengan keteraturan, keselamatan, serta kebersamaan yang indah di jalan.


Tidak perlu harus saling membalap. Tidak perlu harus selap-selip ngehe. Tidak perlu harus nempel ketat tanpa peduli jarak aman. Tidak perlu harus geber gas segala.

Santai ajaa... nikmati indahnya pagi hari menuju tempat kerja,menuju kampus, dan lain-lain. Santai ajaa... karena hari ini masih panjang, kita butuh energi untuk berkarya dan bekerja. Santai ajaa... karena keluarga di rumah menunggu kita pulang dengan selamat.

Maka jangan heran kalau saya katakan bahwa lebih banyak pengendara ngehe adalah orang kampung. (kalau gak mau dibilang kampungan ya jangan seenaknya di jalan, simple kan. Walaupun anda orang pinter dan berkasta MKA, tetep saja ngehe dan kampungan bung..!!! maaf ya... hahahahaa...)


Montir bengkel langganan saya juga bilang begitu...

"Pokoknya cak, kalo ada orang naik motor slengekan dan ugal-ugalan di Jakarta, udah pasti orang kampung. Gak tahu aturan, soale di kampung orang jalan 20 kilo aja munkin sudah luar kota. lawannya bus sama truk. kalo ngga kenceng ya di bablas terus sampe njengkang disawah ".


Sebaliknya dari kalangan MKA - menengah keatas...

Perilaku ngehe di jalan lebih disebabkan karena mereka terlalu lama merasa sebagai majikan sehingga orang lain di jalan kadang-kadang dirasa sebagai bawahannya juga. Minggir.. minggir !! .... boss mau lewat.

Ada juga yang merasa paling hebat, karena merasa segalanya bisa dibeli dengan uang.

Senggol sedikit bukan saling memaafkan, malah berujar "ke kantor polisi aja deh, mau sampe pengadilan juga hayoo.. "(emang bener dan gak salah sama sekali, tapi jelas sekali menunjukkan kesiapan waktu dan dana tak terbatas hanya untuk urusan sepele..).

Mengenai fenomena bikers MKA ini, seorang kawan memberi masukan bahwa bikers yang seperti ini biasanya kaya-nya cuma nangung-nanggung aja, kalo memang sugih beneran pasti malu, pasti jaim - jaga image, apalagi kalo merasa dirinya terpelajar, pasti malu kalo ikutan berkelakuan kayak orang kurang pendidikan.. hehehehee...


Yah... udah panjang-panjang begini...

Sebenernya saya cuma ingin mengulas saja kenapa motor sekarang begitu membludak dijalan.

Kedua, kenapa pengendara motor sekarang begitu semaunya dijalan.

Inilah sisi pandang saya pribadi, yang suka silahkan baca, yang tidak suka silahkan hapus... (gitu aja kok repot).

Dan sebagai member RSA - Road Safety Associatian, saya hanya berharap kita semua segera berbenah diri sebagai bikers. Masih ada banyak orang yang berfikiran bahwa bikers ngehe dijalan adalah orang kampungan. Kalo ngga mau dibilang kampungan ya perbaikilah sikap anda dijalan.

jadikan jalan raya sebagai tempat untuk mempertebal kesabaran,menumbuhkan jiwa toleran dengan sesama, memupuk rasa ikhlas apabila ada yang ingin mendahului kita, jangan lantas diajak kebut-kebutan.

Duh..pegel juga yah...

Medio September 2008, Jumat 12-09-08 CakSontuL Van Der Gathelen


note:

Tulisan ini tidak ditujukan untuk mendeskreditkan seseorang atau golongan tertentu. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Bulan Ramadhan adalah bulan suci untuk saling menjaga hati dan bermaaf-maafan. Buat pemerintah, sudah saatnya angkutan massal MURAH bersubsidi direlease. demi Jakarta yang lebih baik dimasa datang

salam....

Sumber: jalan raya dot net


Terakhir diubah oleh 042 tanggal Mon Oct 06, 2008 1:22 pm, total 1 kali diubah


Ayo Sukseskan Kampanye Koster dengan mengakses: http://www.suzuki-thunder.net/pemilu-koster-2009-f130/

Rasakan sensasi LIVE UPDATE melalui TOOLBAR KOSTER.... Khusus bagi anda semua... GRATISSSSSSSSSSSSS...!!!!

Download disini bro: www.suzuki-thunder.net/Toolbar-KOSTER-h17.htm

Dodik p1414ng
Panglima Koster
Panglima Koster

Gender:MaleTaurusCat
Post : 4627
Sejak : 04 Jul 2008
Age : 33
Lokasi : jember
Status : maried
Thunder Anda? 125 / 250? : 125
Nomor HP : 0331 3638001
Reputasi Anda : 
55/10055/10055/10055/100 (55/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by Dodik p1414ng on Mon Oct 06, 2008 10:03 am

Nice Post Min...
Mantappp Bro!
cendolnya ente bikin sendiri...

k0ng_k0ng
Letnan Satu (Lettu) Koster
Letnan Satu (Lettu) Koster

Gender:MaleSagittariusBuffalo
Post : 524
Sejak : 13 Aug 2008
Age : 23
Lokasi : Bandung
Status : Single
Thunder Anda? 125 / 250? : 125
Nomor HP : 081910006412
Hobby : ngoprek motor, touring bareng teman2
Kata Mutiara : Do your best n don't be a fool
Reputasi Anda : 
5/1005/1005/1005/100 (5/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by k0ng_k0ng on Mon Oct 06, 2008 1:17 pm

p1414ng wrote:Nice Post Min...
Mantappp Bro!
cendolnya ente bikin sendiri...


Kesannya kaya tukang cendol aja nich om Mimin... Pesen cendol satu ya min... Hehehe

buyung
Jenderal Koster
Jenderal Koster

Gender:MaleCapricornRooster
Post : 3407
Sejak : 04 May 2008
Age : 26
Lokasi : PAMULANG
Status : menikah
Thunder Anda? 125 / 250? : 125
Nomor HP : 08561431301
NRA Koster : 237
Korwil Koster : JAK-SEL
Kata Mutiara : Jadilah diri sendiri
Reputasi Anda : 
10/10010/10010/10010/100 (10/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by buyung on Mon Oct 06, 2008 5:24 pm

mantaf min artikelnya

Daverson
Mayor Koster
Mayor Koster

Gender:MaleLeoCat
Post : 769
Sejak : 01 Jul 2007
Age : 33
Lokasi : jakarta
Status : menikah
Thunder Anda? 125 / 250? : 125 Aja dah
Nomor HP : 085920504866 & 021-92968174
Hobby : Kencan & makan
Korwil Koster : Jakarta Utara
Reputasi Anda : 
0/1000/1000/100 (0/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by Daverson on Mon Oct 06, 2008 5:42 pm

:orang pintar: dan tertib di jalan
Ati ati di jalan! gunakanlah alat keselamatan berkendara
touring tidak ngebut di jalan

Thunder Rider
Administrator KOSTER
Administrator KOSTER

Gender:MaleCapricornTiger
Post : 7164
Sejak : 19 Jun 2007
Age : 45
Lokasi : Bogor.Parung | Depok.Sawangan
Status : 1I2A
Thunder Anda? 125 / 250? : Silver 512 KB 2006
Nomor HP : 088-8872-8949
Hobby : 1001
NRA Koster : 115
Korwil Koster : Parung
Kata Mutiara : Tiap Pribadi adalah Unik
Reputasi Anda : 
100/100100/100100/100 (100/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by Thunder Rider on Tue Oct 07, 2008 7:23 am


KAMPUNGAN? KELAS BAWAH? [1]

Menanggapi artikel di pos pertama . . .

Pada dasarnya tdk relevan lagi pada masa sekarang menggunakan istilah "kampungan" dan "kotaan". Dan barangkali istilah "tdk-terpelajar" dan "terpelajar", atau "tak-berpendidikan" dan "berpendidikan", atau istilah lainnya adalah "non-intelek" dan "intelek", juga tdk pas betul utk mendeskripsikan perilaku org.

Mayoritas org Indonesia di Jakarta dan kota besar lainnya adalah berasal dr kampung. Krn itu ada istilah "mudik" lebaran. Meski demikian, tak semua org kampung tdk berpendidikan atau tdk terpelajar. Tak semua org kampung kurangajar.

. . .

Keterpendidikan dan keterpelajaran org sering dikaitkan dgn penampilan, perilaku, adat istiadat, dlsb. Namun hal tsb tak sepenuhnya bisa diberlakukan. Krn ada faktor yg dinamakan "kepribadian" atau "personalitas". Faktor inilah yg pd dasarnya lbh berperan dlm perilaku org ketimbang pendidikannya yg dikaitkan dgn faktor edukativ dan atau akademik.

. . .

Thunder Rider
Administrator KOSTER
Administrator KOSTER

Gender:MaleCapricornTiger
Post : 7164
Sejak : 19 Jun 2007
Age : 45
Lokasi : Bogor.Parung | Depok.Sawangan
Status : 1I2A
Thunder Anda? 125 / 250? : Silver 512 KB 2006
Nomor HP : 088-8872-8949
Hobby : 1001
NRA Koster : 115
Korwil Koster : Parung
Kata Mutiara : Tiap Pribadi adalah Unik
Reputasi Anda : 
100/100100/100100/100 (100/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by Thunder Rider on Tue Oct 07, 2008 7:31 am


KAMPUNGAN? KELAS BAWAH? [2]

Melanjutkan . . . menanggapi artikel di pos pertama . . .

. . .

Jika anda pergi ke hutan, di pedalaman Kalimantan, anda akan menemui banyak kelompok suku dan puak Dayak yg sangat rendah pendidikan sekolahnya, tp menurut saya sangat terpelajar kepribadiannya, sangat hormat, menjunjung sopan santun, ramah tamah, memegang tinggi adat istiadat dan norma, memelihara budaya dan aestetika.

Di Kalimantan, sangat banyak org yg lbh kampung drpd kampung. Disana sering disebut sbg "org bukit" atau "org gunung". Kalau mrk turun ke kampung. ke deda atau ke kota, "down town", mrk umumnya berjalan "serial", beriringan satu per satu, bukan paralel atau berjajar, krn terbiasa menelusuri jalan setapak. Mrk umumnya bicaranya keras, krn jarak antar rumah berjauhan atau besebrangan sungai. Tp terus terang, kepribadian, dan budi pekerti mrk sangat tinggi. Saling menghargai dan menghormati satu thdp yg lain, dan apalagi thdp org asing. Sifat tolong-menolong pun sangat tinggi, dan sangat pandai berterimakasih.

. . .

Tp kenapa banyak org di Jakarta yg katanya kota metropolitan, dan orgnya katanya terpelajar dan berpendidikan tinggi, koq malahan lbh kurangajar?

. . .

Thunder Rider
Administrator KOSTER
Administrator KOSTER

Gender:MaleCapricornTiger
Post : 7164
Sejak : 19 Jun 2007
Age : 45
Lokasi : Bogor.Parung | Depok.Sawangan
Status : 1I2A
Thunder Anda? 125 / 250? : Silver 512 KB 2006
Nomor HP : 088-8872-8949
Hobby : 1001
NRA Koster : 115
Korwil Koster : Parung
Kata Mutiara : Tiap Pribadi adalah Unik
Reputasi Anda : 
100/100100/100100/100 (100/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by Thunder Rider on Tue Oct 07, 2008 7:40 am


KAMPUNGAN? KELAS BAWAH? [3]

Melanjutkan . . . menanggapi artikel di pos pertama . . .

. . .

Jawabnya adalah bahwa krn ada 3 faktor utama yg mempengaruhi watak, tabiat, sifat, karakter, sikap, perilaku, budi-pekerti, sopan-santun, dan ada -istiadat org.

  1. faktor hereditas genetik (genetic heredity), atau kebakaan warisan, krn garis keturunan biologis.
  2. faktor pendidikan dan pembelajaran (education and intelectuality), di rumah dan di sekolah.
  3. faktor pergaulan masyarakat dan lingkungan (community and environment).
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa, makin muda usia org, makin dominan faktor pertama. Sebaliknya, makin tua usia org, makin dominan faktor terakhir.

Nah, ternyata, faktor lingkungan di Jakarta dan sekitarnya, JABODETABEK, dan kota besar lainnya, telah banyak mempengaruhi dan mengubah cara org berpikir dan bertindak. Nilai-nilai sosial yg kompromistik banyak tergeser oleh nilai individual yg egostik.

Aoa yg terjadi? Nilai-nilai budaya kampung yg baik digeser oleh nilai-nilai budaya kota yg tdk baik!

. . .

Thunder Rider
Administrator KOSTER
Administrator KOSTER

Gender:MaleCapricornTiger
Post : 7164
Sejak : 19 Jun 2007
Age : 45
Lokasi : Bogor.Parung | Depok.Sawangan
Status : 1I2A
Thunder Anda? 125 / 250? : Silver 512 KB 2006
Nomor HP : 088-8872-8949
Hobby : 1001
NRA Koster : 115
Korwil Koster : Parung
Kata Mutiara : Tiap Pribadi adalah Unik
Reputasi Anda : 
100/100100/100100/100 (100/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by Thunder Rider on Tue Oct 07, 2008 8:06 am


KAMPUNGAN? KELAS BAWAH? [4]

Melanjutkan . . . menanggapi artikel di pos pertama . . .

. . .

Kalau kita bicara ttg strata sosial dan ekonomi, maka dimanapun akan selalu ada pembagian 3 kelas atau strata sosial-ekonomi sbb:

  1. kelas atas atau kelas tinggi (upper class, high class, top class)
  2. kelas tengah atau kelas menengah (mid or middle class)
  3. kelas bawah atau kelas rendah (lower class, low class, bottom class), kelas tiga atau kelas kambing
Dan masing-masing masih bisa dibagi lagi atas 3 sub-kelas, shg ada 9 kelompok dgn strata sosial-ekonomi berbeda sbb:

  1. kelas atas-atas
  2. kelas atas-tengah
  3. kelas atas-bawah
  4. kelas menengah-atas
  5. kelas menengah-tengah
  6. kelas menengah-bawah
  7. kelas bawah-atas
  8. kelas bawah-tengah
  9. kelas bawah-bawah
. . .

Dlm ilmu ekonomi dan manajemen, perbedaan kelas ini membedakan kebutuhan dan tuntutan hidup, sbgmn dinyatakan dlm prinsip teori kebutuhan (the theory of need), spt yg satu diantaranya yg terkenal adalah yg dikemukakan oleh Abraham Maslow dlm piramida kebutuhan (the pyramid of needs). Diajarkan dlm dlm banyak kuliah ekonomi dan manajemen modern.

Tentang teori kebutuhan dan piramida kebutuhan, silahkan lihat dlm forum ini, dlm topik:
Dlm banyak hal, perbedaan kebutuhan dan tuntutan ong kota lbh beraragam drpd org kampung atau org desa. Kehidupan kota, apalagi kota besar, jauh lbh heterogen drpd kehiduoan desa yg relativ homogen. Dan ini mewarnai sikap dan perilaku org kota.

. . .

Thunder Rider
Administrator KOSTER
Administrator KOSTER

Gender:MaleCapricornTiger
Post : 7164
Sejak : 19 Jun 2007
Age : 45
Lokasi : Bogor.Parung | Depok.Sawangan
Status : 1I2A
Thunder Anda? 125 / 250? : Silver 512 KB 2006
Nomor HP : 088-8872-8949
Hobby : 1001
NRA Koster : 115
Korwil Koster : Parung
Kata Mutiara : Tiap Pribadi adalah Unik
Reputasi Anda : 
100/100100/100100/100 (100/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by Thunder Rider on Tue Oct 07, 2008 8:15 am


KAMPUNGAN? KELAS BAWAH? [5]

Melanjutkan . . . menanggapi artikel di pos pertama . . .

. . .

Nah celakanya, 3 stata sosial ini pun mempengaruhi cara org berpikir dan bertindak, termasuk dlm menyusun rencana.

Konon, ada anekdot soal makan yg menyangkut 3 strata ini, sbb:

  • kelas bawah: "apakah yg akan kita makan hari ini, krn tak ada sedikit pun makanan yg kita punya dan tersisa? Apakah kita kan puasa?"
  • kelas tengah: "kemanakah kita makan minggu depan?"
  • kelas atas: "siapakah lagi yg akan kita makan bulan depan?"
. . .

. . .
SALAM PENUNGGANG GURUH

SILVER THUNDER RIDER - KOSTER 115 | 8-002
SUZUKI THUNDER 512 2006 B 6941 EEW
commuter - cruiser - tourer - sporter
Bogor - Parung - Sawangan - Depok - Jakarta pp

contact:
088-8872-8949, 081-2991-3951, 0251-8611-593.
thunder@inmail24.com, rider@suzuki-thunder.com

fenco
Mayor Koster
Mayor Koster

Gender:MaleLeoRat
Post : 724
Sejak : 16 Sep 2008
Age : 24
Lokasi : pondok gede
Status : diakui
Thunder Anda? 125 / 250? : 125
Nomor HP : 081513568881
Hobby : ngbrol
Reputasi Anda : 
0/1000/1000/100 (0/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by fenco on Tue Oct 07, 2008 10:38 am

042 wrote:




Pagi yang cerah... Jakarta yang padat, penuh dengan asap polusi dan emosi. Berbagai lapisan masyarakat bergerak bersama menuju lokasi tujuan. Mobil pribadi, angkot, metromini, kopaja, patas ac, bis reguler, bis antar jemput karyawan, dan lain-lain bersatu dalam kesemrawutan jalan Jakarta. Saling berlomba untuk segera sampai, tidak peduli harus bermanuver terus mengalahkan pengguna jalan lain. Jalan makin padat bukannya makin perlahan jaga jarak, tapi malah makin beringas bermanuver. main potong, geber gas, maen pepet untuk menggugur orang lain kepinggir, termasuk- kalau perlu - ya berkelahi, nampaknya sudah jadi pemandangan rutin sehari-hari di Jakarta.

Kalau dulu saya selalu berpendapat bahwa pengguna jalan yang pinter seperti itu awalnya adalah kalangan kasta rendah, kalangan yang dulunya kere, lalu bisa munggah bale, lantas kesombongannya muncul karena merasa sudah cukup mampu beli motor, sudah cukup mapan hidupnya, meskipun tetep saja keturunan kere yang tidak lengkap diajarkan norma dan tatakrama yang cukup.

Pengalaman saya berkawan dengan kalangan bawah, menelorkan sebuah kesimpulan bahwa sebagian besar orang yang seperti itu dulunya selalu hidup dalam bayang-bayang impian akan hidup sejahtera, mereka memacu diri sekuat tenaga agar kelak dapat hidup layak di tengah masyarakat, hidup layak di tengah himpitan jaman, dan bisa mengangkat derajat keluarga di mata masyarakat.

Peninggalan budaya feodal begitu kental dalam kehidupan kita, sehingga kita sering lupa bahwa manusia di mata Tuhan adalah sama derajatnya. Peninggalan feodal pula yang akhirnya mendidik kita untuk menganggap rendah orang lain yang kurang sepadan dalam kehidupan.

Jaman berubah, pembangunan meningkat, taraf hidup warga membaik, pendidikan yang dulunya hanya menjadi bagi orang yang mampu, kemudian menjadi target pemerintah untuk mencerdaskan peri kehidupan bangsa agar warga indonesia dapat hidup layak, makmur dan sejahtera, dan dapat duduk sama tinggi dgn bangsa lain, agar bangsa Indonesia tidak melulu menjadi bangsa jajahan yg hanya menelorkan kebodohan dan kemiskinan. Miskin ilmu - karena tidak mampu sekolah, miskin harta - karena tidak mampu mendapat pekerjaan yang layak, miskin nurani - karena miskin yang 2 di atas, akhirnya salah jalan jadi begundal.



Motor dan Problema Sosial

Sejak era 80-an dimana motor sudah tidak lagi impor secara utuh dari negara asalnya, seiring dengan kebijakan pemerintah untuk alih teknologi serta menciptakan lapangan kerja. Populasi motor sudah sangat melegakan hati bagi para produsen kelas 1-2-3, dimana produk mereka diserap pasar dengan cukup besar. Cukup besar untuk dapat membuat mereka survive dan terus berinovasi untuk bersaing dengan para kompetitornya. Cukup besar untuk dapat menyesaki jalanan ibukota, menjadi solusi murah transportasi penduduk, tidak hanya di Jakarta, tapi juga di luar Jawa yang sekali naik angkutan pedesaan biayanya bisa puluhan ribu.

Tahun 1972 waktu pindah ke Jakarta. setiap pagi saya sudah diantar motor ke sekolah, setiap sore puter-puter kota, ke rumah family, maupun ke tempat hiburan. Di sekitar tempat tinggal hanya beberapa saja yang punya, kebanyakan masih suka naik sepeda, selain sehat juga tidak butuh bensin dan biaya service.

Kadang-kadang saya juga nebeng naik motor teman untuk ke sekolah. 3 bocah SD dengan 1 bapak. tanpa helem, aman sampai Moestopo, bahkan sampai Tanah Kusir (yang waktu itu rasanya sudah luar kota banget) sampai lanud pelita di Cirendue, rasanya sudah sampai Bogor.

Kalau sedang dibonceng motor, seringkali teman-teman ikut berlari di sebelah / di belakang motor, ada yang bawa gasing, ada yang bawa bendera-bendera kecil, ada juga yang dadah-dadah saja sambil ingusnya meler nikmat sampai ke bibir... :-).

Tidak peduli mereka berlarian tak bersandal, tidak perduli kakinya menginjak kotoran ayam ataupun beling, begitu cerianya mereka, dan begitu inginnya mereka untuk bisa diajak juga keliling-keliling bersepeda motor...


34 tahun berlalu...

Saya masih sering bertandang ke tempat tinggal lama. Teman-teman sudah sama tuanya, sebagian masih saling kenal, sebagian sudah pangling. Adik-adiknya juga sudah kawin semua, sudah hidup sendiri2. sdh pd kerja... meskipun ada juga yg tetap lebih suka menjadi pengangguran seumur hidup dan jadi pemabuk dan penjudi. Beberapa kawan sudah berangkat ke akherat karena OverDosis, meninggalkan istri dan anak yang terlantar hidupnya.

Dan seperti ulasan sebelumnya dibawah...

Masing-masing sudah punya motor sendiri-sendiri. meskipun kerjanya belum tetap dan serabutan, meskipun tinggalnya masih kumpul orang tua, meskipun gajinya pas-pas-an untuk hidup, sebagian malah lebih sering tekor, meskipun untuk makan terpaksa masih bergantung pada orang tua, dan meskipun-meskipun lainnya...

Fenomena motor sebagai tolok ukur sosial kawan-kawan saya semasa kecil, juga punya reason yang beragam. Tapi intinya tidak beda jauh dengan apa yang saya bayangkan dan saya tuliskan dibawah ini. Motor tetap masih dianggap sebagai ukuran status sosial bagi kalangan tertentu, terutama yang berangkat dari kalangan MKB.

Sementara itu, Fenomena motor pun ditanggapi serius oleh pemda dengan mencoba menerapkan kebijakan-kebijakan yang SEKIRANYA dapat dan ampuh untuk mengatasi keadaan yang mulai RUWET, walau kenyataannya upaya pemerintah untuk menertibkan jalan dan mengurangi angka kecelakaan dari sebuah produk bernama MOTOR masih jauh panggang dari api.


Suasana di jalan sehari-hari lebih mirip arena gladiator, siapa yang kuat dia yang menang. Sementara untuk bisa menang di jalan, pertarungan dimulai dari perang psikologis sampai adu fisik.

Dari mulai adu gengsi merek motor, cc motor, modifikasi, adu kencang, sampai adu fisik gede-gedean badan.

Semua merasa punya jalan, semua merasa punya hak penuh atas badan jalan, semua ingin lekas sampai tujuan, tapi semuanya lupa, bahwa sikap demikian hanya akan menumbuhkan perilaku NGEHE... alias ngeselin hebat dalam sudut pandang saya, dan juga orang lain yang peduli dengan keteraturan, keselamatan, serta kebersamaan yang indah di jalan.


Tidak perlu harus saling membalap. Tidak perlu harus selap-selip ngehe. Tidak perlu harus nempel ketat tanpa peduli jarak aman. Tidak perlu harus geber gas segala.

Santai ajaa... nikmati indahnya pagi hari menuju tempat kerja,menuju kampus, dan lain-lain. Santai ajaa... karena hari ini masih panjang, kita butuh energi untuk berkarya dan bekerja. Santai ajaa... karena keluarga di rumah menunggu kita pulang dengan selamat.

Maka jangan heran kalau saya katakan bahwa lebih banyak pengendara ngehe adalah orang kampung. (kalau gak mau dibilang kampungan ya jangan seenaknya di jalan, simple kan. Walaupun anda orang pinter dan berkasta MKA, tetep saja ngehe dan kampungan bung..!!! maaf ya... hahahahaa...)


Montir bengkel langganan saya juga bilang begitu...

"Pokoknya cak, kalo ada orang naik motor slengekan dan ugal-ugalan di Jakarta, udah pasti orang kampung. Gak tahu aturan, soale di kampung orang jalan 20 kilo aja munkin sudah luar kota. lawannya bus sama truk. kalo ngga kenceng ya di bablas terus sampe njengkang disawah ".


Sebaliknya dari kalangan MKA - menengah keatas...

Perilaku ngehe di jalan lebih disebabkan karena mereka terlalu lama merasa sebagai majikan sehingga orang lain di jalan kadang-kadang dirasa sebagai bawahannya juga. Minggir.. minggir !! .... boss mau lewat.

Ada juga yang merasa paling hebat, karena merasa segalanya bisa dibeli dengan uang.

Senggol sedikit bukan saling memaafkan, malah berujar "ke kantor polisi aja deh, mau sampe pengadilan juga hayoo.. "(emang bener dan gak salah sama sekali, tapi jelas sekali menunjukkan kesiapan waktu dan dana tak terbatas hanya untuk urusan sepele..).

Mengenai fenomena bikers MKA ini, seorang kawan memberi masukan bahwa bikers yang seperti ini biasanya kaya-nya cuma nangung-nanggung aja, kalo memang sugih beneran pasti malu, pasti jaim - jaga image, apalagi kalo merasa dirinya terpelajar, pasti malu kalo ikutan berkelakuan kayak orang kurang pendidikan.. hehehehee...


Yah... udah panjang-panjang begini...

Sebenernya saya cuma ingin mengulas saja kenapa motor sekarang begitu membludak dijalan.

Kedua, kenapa pengendara motor sekarang begitu semaunya dijalan.

Inilah sisi pandang saya pribadi, yang suka silahkan baca, yang tidak suka silahkan hapus... (gitu aja kok repot).

Dan sebagai member RSA - Road Safety Associatian, saya hanya berharap kita semua segera berbenah diri sebagai bikers. Masih ada banyak orang yang berfikiran bahwa bikers ngehe dijalan adalah orang kampungan. Kalo ngga mau dibilang kampungan ya perbaikilah sikap anda dijalan.

jadikan jalan raya sebagai tempat untuk mempertebal kesabaran,menumbuhkan jiwa toleran dengan sesama, memupuk rasa ikhlas apabila ada yang ingin mendahului kita, jangan lantas diajak kebut-kebutan.

Duh..pegel juga yah...

Medio September 2008, Jumat 12-09-08 CakSontuL Van Der Gathelen


note:

Tulisan ini tidak ditujukan untuk mendeskreditkan seseorang atau golongan tertentu. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Bulan Ramadhan adalah bulan suci untuk saling menjaga hati dan bermaaf-maafan. Buat pemerintah, sudah saatnya angkutan massal MURAH bersubsidi direlease. demi Jakarta yang lebih baik dimasa datang

salam....

Sumber: jalan raya dot net



ARTIKEL...YANG BAGUS...UNTUK NAMBAH INFORMASI...YANK BANYAK UNK ARTIKEL-ARTIKELNYA

DHeriS
Letnan Kolonel Koster
Letnan Kolonel Koster

Gender:MaleSagittariusRat
Post : 979
Sejak : 22 Jun 2007
Age : 35
Lokasi : Ciamis - Bandung - Jakarta
Status : a wife with 3 kids...
Thunder Anda? 125 / 250? : masih 250 euy...
Kata Mutiara : mutiara...
Reputasi Anda : 
20/10020/10020/10020/100 (20/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by DHeriS on Fri Oct 17, 2008 7:53 pm

Kutipan yang bagus Kang....
semoga kita bisa mengambil hikmahnya....
sedikit sumbang pemikiran juga....
tentang orang yang walaupun belum berpenghasilan tetap tapi sudah memiliki motor, bisa jadi bukan karena faktor 'gengsi' atau 'status sosial' tadi... bisa jadi justru karena melihat kebutuhan masa kini akan pergerakan yang serba cepat.... ditambah lagi masalah biaya hidup yang tidak mudah di kota metropolitan ini...
sehingga motor, di Jkt ini, bagi mereka adalah modal, entah sekedar memperkecil biaya transportasi, sehingga mengurangi pengeluaran, atau dan lain sebagainya....
masih banyak kemungkinannya ane rasa sih....
any way by the way bus way.... thanks kutipannya...

ndute5758
Panglima Koster
Panglima Koster

Gender:MaleGeminiMonkey
Post : 6516
Sejak : 21 Dec 2007
Age : 28
Lokasi : Cilacap
Status : mmmmm.....
Thunder Anda? 125 / 250? : EN125
Nomor HP : 085 22700 5758
Hobby : touring
Kata Mutiara : see my profile at www.ndute5758.co.nr
Reputasi Anda : 
25/10025/10025/10025/100 (25/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by ndute5758 on Fri Oct 17, 2008 9:24 pm

artikelnya CakSontuL Van Der Gathelen dan ulasan tambahan dari Pak Iwan semakin menambah wawasan buat kita smua terutama saya pribadi...
gk salah jika pak iwan pantas dan layak masuk bursa kandidat Caketum...

boybowie
Brigadir Jenderal Koster
Brigadir Jenderal Koster

Gender:MaleTaurusRooster
Post : 1537
Sejak : 05 Aug 2008
Age : 39
Lokasi : jakarta selatan
Status : kawin
Thunder Anda? 125 / 250? : 125cc
Nomor HP : 02199239990
Hobby : touring
NRA Koster : prospek
Korwil Koster : Jakarta Selatan
Kata Mutiara : Jadikanlah hidupmu penuh dengan persahabatan dan kekeluargaan
Reputasi Anda : 
0/1000/1000/100 (0/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by boybowie on Mon Oct 27, 2008 6:07 pm

Nice posting...!
Thanks bro Mimin & Pak Iwan...

ndute5758
Panglima Koster
Panglima Koster

Gender:MaleGeminiMonkey
Post : 6516
Sejak : 21 Dec 2007
Age : 28
Lokasi : Cilacap
Status : mmmmm.....
Thunder Anda? 125 / 250? : EN125
Nomor HP : 085 22700 5758
Hobby : touring
Kata Mutiara : see my profile at www.ndute5758.co.nr
Reputasi Anda : 
25/10025/10025/10025/100 (25/100)

Re: OPINI: Motor dan Problema Sosial

Post by ndute5758 on Mon Oct 27, 2008 7:17 pm

kok sepi ???