BERITA LIPUTAN KOMPAS TENTANG MOTO TERIRIT DI DUNIA
 WEL yang dipasang di Suzuki Thunder Silver Thor 512 KB KOSTER 115 Thunder Rider . . . top speed: 160 km/hr — fuel consumption: 160 km/ltr — 260 km/ltr . . .
Ini liputan KOMPAS OTOMOTIF kemarin atas Bro Hendry Martin, mitra bisnis saya. Dia menggunakan Bajaj Pulsar 200 DTSi dengan Generator Gas Hidrogen ganda, sehingga konsumsi bensin bisa melampaui 160 km/ltr. Semua yang ada di Bajaj Pulsar Bro Martin juga dipasang di Suzuki Thunder saya. Jadi sebenarnya Thunder saya masih bisa melampau 160 km/ltr, bahkan 260 km/ltr. Angka ini hanya untk mesepadankan dengan top speed Thunder saja.
Pada hari liputan ini sebenarnya saya juga diminta untuk datang bersama dengan Bro Martin untuk ikut demo dan presentasi kepada wartawan KOMPAS tentang Suzuki Thunder teririt. Tapi karena saya baru mengalami kecelakaan sehingga patah tulang bahu dan masih dalam proses penyembuhan dan tak mungkin berkendara, maka terpaksa saya tak bisa menghadiri acara liputan ini.
KOMPAS OTOMOTIF Bajaj Pulsar 200 DTSi Teririt di Dunia
Rabu, 4/2/2009 | 08:20 WIB Wow! Dengan 1 liter bensin, Bajaj Pulsar 200 DTSi bisa menempuh jarak sejauh 266 km. Barangkali motor dari India ini boleh diklaim sebagai yang teririt di dunia. Dikatakan oleh si pemiliknya, Hendry Martin ST, setiap bulan hanya diisi 5 liter bensin. Setiap hari, rute motor jenis sport itu dari rumah ke kantor berjarak 26 km. Belum lagi, kata Martin, dibawa keliling rumah. Penasaran kan, kok bisa seirit itu? Bebek maupun skubek aja enggak ada yang bisa menempuh jarak di atas 100 km dengan 1 liter. Saking penasarannya, tim Motor Plus pun menjajalnya, meski harus dua kali lantaran yang pertama ada kebocoran pada peralatan. Barulah uji kedua, dengan menempuh 16 km, menghabiskan bensin 60 ml. Jadi, kalau 1 liter (1.000 ml), motor bisa merayap sejauh 266 km. Padahal, standarnya Pulsar DTSi untuk 1 liter hanya mencapai 40 km. Generator hidrogen Martin bisa bikin motornya superirit hanya bermodalkan sekitar Rp 1,5 juta. Biaya itu untuk membeli berbagai peranti penghemat, seperti Xado Revitalisasi, DC Booster, CDI stabilizer, Xtreme Fire Booster, dan generator hidrogen. Dari semua peranti itu, generator hidrogen memberi pengaruh paling besar dan harga alatnya Rp 375.000 sudah termasuk ongkos pasang. Keiritannya bisa mencapai 47,5 persen. Alat ini yang memproduksi air menjadi bahan bakar karena, kata Martin, generator memiliki elemen atau sel yang beresonansi setelah diberi arus listrik. "Akibat resonansi tadi, gas hidrogen dan oksigen yang ada di air keluar dan kemudian disalurkan ke karburator sehingga terjadi ledakan," bilang warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ini. Sistem penyaluran gas (hidrogen dan oksigen) melalui selang ke intake manifold yang di depan karburator. Karena itulah, bensin yang dikonsumsi jadi sangat sedikit sekali sebab energi pembakaran diraih dari oksigen dan hidrogen tambahan tadi. Untuk mengisi air bisa dari air mineral dan volume tabung sekitar 300 ml. Jumlahnya tidak akan berkurang, hanya keruh, dan Martin menggantinya setiap tiga hari sekali. Selain itu, Martin memakai Xado Revitalisasi, Turbo, dan Anti Carbon. Semacam cairan yang dicampur ke dalam oli mesin. Tujuannya, untuk mengembalikan kondisi jeroan mesin seperti baru. "Kompresi atau kualitas dalaman mesin setelah masa pakai tidak akan mempengaruhi performa," tegas pria yang kerja di Telkomsel ini. Dengan kondisi mesin seperti baru, berarti gas tak perlu dibejek. Ujung-ujungnya, sedikit bensin yang terbakar, dan pemakaian cairan ini, diyakini Martin, memberi kontribusi sekitar 5 persen. Dari bahan bakar, Martin coba mencegat pada sistem kelistrikan. Di sektor ini, ia menggunakan DC Booster yang dipasang paralel ke aki. Diestimasikannya, hal itu memberi keuntungan sampai 15 persen. "Dengan begitu, pembakaran jadi lebih sempurna," yakin pria asal Padang, Sumatera Barat. Masih di kelistrikan, untuk menjaga kestabilan tegangan input CDI, supaya bekerja optimal, ditambah dengan stabilizer yang dipasang antara aki dan CDI. Alat ini menyumbang peran sekitar 10 persen. Terakhir, Xtreme Fire Booster yang ditempatkan antara koil dan busi. Fungsinya memperkuat energi pengapian. Peran dalam pengiritannya, dinilai Martin, bisa sampai 20 persen. Penasaran, silakan pasang!* (Nurfil) sumber: http://otomotif.kompas.com/read/xml/2009/02/04/08201687/bajaj.pulsar.200.dtsi.teririt.di.dunia |